Republik Sandal Jepit

sandaljepit

Siapa yang belum pernah memakai sandal jepit? Sandal jepit murah, mudah didapat dimana-mana, dipakai hampir seluruh orang Indonesia. Sandal jepit sangat identik dengan sandal rakyat, dengan uang lima ribu rupiah pun sandal jepit bisa dimiliki.  Sandal jepit seolah menjadi representasi kelas bawah, miskin dan powerless.  Rakyat yang disimbolkan oleh sandal jepit dalam kerangka persoalan negara sampai saat ini masih mengalami persoalan ketidakadilan, kemiskinan dan diskriminasi sebagai ekses politik kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif yang justru tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan mencederai rasa keadilan rakyat.

Republik ini milik rakyat tetapi sebagian besar rakyat kecil masih banyak yang tertindas sebagaimana fungsi sandal, rakyat hanya menjadi alas kaki elit politik, diinjak-injak dan terhimpit bebagai persoalan sosial ekonomi.  Berdasar asumsi ini ide visual message dalam obyek sandal jepit sangat mewakili sebuah ketertindasan rakyat kelas bawah. Republik ini masih memperlakukan rakyatnya ibarat sandal jepit yang secara harafiah hanya untuk diinjak dan dijepit. Semoga para penguasa yang beralas kaki sepatu berharga jutaan rupiah tidak melupakan sandal jepitnya yang hanya dipakai untuk ke kamar mandi atau tempat kotor lainnya.

Versi desan t-shirt republik sandal jepit  bisa diakses dan didapatkan di sini


Tips Sederhana Bekerja Freelance

Menjalani pekerjaan sebagai freelancer berarti juga menjadi pemilik bisnis atau usaha sendiri, yang selalu dituntut mendapatkan klien-klien baru. Tentu hal ini selalu dihadapi pekerja freelance yang masih pemula maupun yang sudah berpengalaman. Selalu ada kepentingan mendasar untuk mengamankan usaha kita. Bisa saja kita tak bisa menjamin  kapan klien akan tetap tertarik bekerja sama dengan kita atau tidak. Sebaiknya kita perlu mengetahui beberapa tips sederhana yang bisa menjadi acuan dasar kita menjalankan bisnis desain: Lanjutkan membaca


Komik Indonesia: Komik Dunia Ketiga

Ketika Marcel Boneff melakukan penelitian tentang komik Indonesia dari masa-masa pra-kemerdekaan hingga tahun 1971, komik bisa dilihat sebagai sebuah representasi realitas sosial, politik dan ideologi yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia pada masa itu. Hingga sekarang disertasi doktoralnya tentang komik Indonesia tersebut menjadi referensi penting untuk memahami sejarah komik Indonesia. Memang kemudian ada tulisan-tulisan penting yang membahas komik Indonesia yang ditulis oleh beberapa pengamat komik tetapi belum ada sebuah penelitian komprehensif melanjutkan proyek penelitian Boneff yang terbatas sampai tahun 1971. Fase-fase sejarah komik yang menjadi obyek penelitian Boneff adalah fase-fase kelahiran dan masa keemasan komik Indonesia, kemudian seperti kita semua tahu fase berikutnya adalah fase proses kemunduran hingga stagnasi komik Indonesia yang terjadi pada era pertengahan 1980an. Tentu sudah banyak pengamat yang mengkaji aspek-aspek kemunduran komik Indonesia hingga melahirkan banyak versi dan teori yang hangat dibicarakan pada dekade 90an. Pada saat ini kita memasuki dekade baru awal abad 21 dimana konstelasi budaya global telah mengalami pergeseran-pergeseran penting yang mempengaruhi perkembangan komik di Indonesia, karena pada dasarnya komik adalah bagian dari budaya modern peradaban umat manusia.

Lanjutkan membaca


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 146 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: