Conotation – Sign – Value

#CopyPaste

quotes yasraf

Graphic Designer berkutat dalam wilayah estetika visual seputar asosiasi-asosiasi makna/konotasi, Sign (tanda) dan nilai (value) untuk kepentingan komunikasi.

Agung Budiman @agungvisualwork


Desember tees design

Desember tees from AgungStudio
tees.co.id/store/agungstudio

image

image

image

Lanjutkan membaca


Gerakan Komik Lokal 90-an

cover-vol-7

(Majalah Infotekno Edisi 10 Th. 2 2002) | 


“Bedebah… Jahanam…Bangsat….!!!”
Makian-makian para pendekar komik Indonesia itu tentu sudah tak segagah dahulu. Si Buta, Panji Tengkorak, Godam dan Gundala, satu-satu roboh dihantam batu menhirnya Asterix -Obelix, jurus peremuk tulangnya Chinmi dan akhirnya dikencingi si bocah nakal Sinchan.

Mereka semua sudah lama mati, dikubur bersama runtuhnya dunia perkomikan lokal menjelang akhir 70-an. Tulisan ini tentu tidak bermaksud bernostalgia dengan almarhum jagoan-jagoan lokal tersebut dan sekedar menjadi obituary komik lokal Indonesia. Bagaimanapun sejarah akan tetap bergulir, perubahan-perubahan yang terjadi tentu tidak bisa kita abaikan begitu saja . Perkembangan komik di Indonesia kini sudah menjadi panggung komik-komik impor. Awal 80-an adalah permulaan invasi pemain-pemain asing tersebut. Dekade 80-an boleh dikatakan hampir tidak ada gebrakan karya-karya komik lokal seperti dekade-dekade sebelumnya. Harus diakui, pelaku dan pekerja komik kita memang harus belajar banyak pada karya-karya komik asing yang jauh lebih inovatif, baik dari sisi tema, gambar dan teknik becerita sampai pada soal manajemen penerbitan. Salah satu pemain bisnis komik yang sukses adalah industri komik Jepang yang mulai masuk pertengahan 80-an setelah era komik Eropa dan Amerika seperti Asterix, Tintin, Superman, Batman, Lucky Luke, Trigan yang lebih dulu merajai pasar komik Indonesia.

Lanjutkan membaca


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 256 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: