Monthly Archives: February 2010

Saya dan Internet!

Sekitar tahun 1994 – 1996, Internet mulai dikenal publik meskipun akses untuk menikmati internet pun sangat terbatas, saya masih ingat ketika kuliah di UGM yogyakarta pertama kali saya mengenal internet  dengan membuka email dan browsing ketika diajak kawan saya yang  punya pacar mahasiswi amerika  sedang studi di UGM. Akhirnya mereka pun intens berhubungan secara murah dengan email jika kekasih kawan saya ini pulang kampung ke Amerika. Waktu itu warnet di Yogyakarta baru ada dua, dan penggunanya juga masih agak sepi, rata-rata para mahasiswa. Sekitar tahun 1996 itulah pertama kali saya berkenalan dengan internet dengan membuat account email gratisan pertama saya, kalau tidak salah saya menggunakan mailcity.com. Sementara dinamika gerakan mahasiswa di era menjelang orde baru tumbang  sedang meningkat, dan keberadaan internet cukup punya andil dalam penyebaran informasi dan pola komunikasi yang dibungkam salurannya lewat media konvensional seperti TV, radio dan media cetak oleh rezim Soeharto.
Continue reading


BIDADARI TENGAH MALAM

Cerpen: Agung Arif Budiman @agungvisualwork

Malam sudah larut, rasa lelah dan kantuk membuatku begitu menikmati hangatnya kasur, bantal dan ranjang yang empuk. Pelan-pelan sepasang mataku mulai terasa sangat berat, sayup-sayup suara-suara merdu dari alam mimpi mulai memanggil-manggil seolah keluar dari bibir bidadari dan peri yang menghuni alam antah berantah tempatku berkunjung dalam lelap. Aku merasakan diriku sangat ringan seperti kapas yang terbang tertiup semilir angin, sebentar lagi aku akan bertemu para bidadari dan peri itu. Mereka begitu cantik dan manis kawan, ingin rasanya untuk tetap terlelap tanpa pernah terjaga untuk tidak kembali menghadapi penatnya pekerjaan sehari-hari yang membuat tulang-tulang dan badan ini makin rapuh dan reot. Samar-samar senyum para bidadari itu mulai membuatku masuk lebih dalam ke lorong kelelapan yang indah ini. Jari-jari tanganku berusaha menyentuh bibir merah yang merekah basah itu. Sejengkal lagi ujung jariku mengusap bibir basah dan membelai rambut hitam panjang lurus yang berkilauan tertimpa cahaya…. Tapi tiba-tiba kurasakan sesuatu seperti aliran listrik menyengat pusat kesadaranku, mataku terbuka mendadak dan bayangan bidadari-bidadariku  lenyap tanpa bekas. Kurasakan badanku tak lagi seringan kapas dan rasa pegal di sekujur badan membuatku seperti seonggok besi besar dan berat yang sudah karatan di atas ranjang.
Continue reading


Sekumpulan Imajinasi Kata-kata

Sehari-hari saya bergelut dengan imajinasi visual dalam pekerjaan saya (mendesain, membuat ilustrasi atau menggambar komik), tapi kata-kata punya ruang imajinasi tersendiri dalam pikiran saya bahkan punya effek visual yang sangat estetis . Saya jarang menulis puisi, dan  saya bukan sastrawan, ini sekedar tamasya pikiran saya ketika jenuh dengan dunia warna, garis dan titik di atas kertas, kanvas maupun layar komputer grafis.

JEJAK LUKA YANG MENGERING

Ketika pagi membuka hari
dan Ketika senja kembali datang
Ranting-ranting rapuh jatuh ke tanah
Bersama waktu yang semakin menua
Jejak-jejak luka kini telah mengering
Debu dan tanah memeluk jiwa kami yang pergi

Kepada semua yang tak berhati nurani
Kepada semua yang diperkuda kekuasaan
Bagimu kami hanyalah ranting kering

Tapi kami jiwa-jiwa bernurani
Kami terbang bersama sayap keadilan
Kepada kebenaran sejarah kami hinggap

Untuk jejak luka yang mengering

Pasar Minggu, 11 Maret 2009
didedikasikan untuk para korban pelanggaran HAM


KETIKA API MEMBAKAR


Ketika api membakar

Butir es menjadi arang

Melepuh lepuh di pucuk rasa

Menguapkan segala air mata

Mengering terpanggang luka

Aku rindu setitik embunmu di pagi buta

Pasar Minggu, 28 Juli 2007

DIALOG

Jendela rumah yang terbuka belasan tahun lalu

Saat siang yang senyap seusai hujan deras

Tanah yang basah dan daun-daun yang berair

Aku menjadi seonggok ruh yang merinduMu

CahayaMu meniadakan ruang dan waktu

Hanya tangis dalam simpuhku kepadaMu

Melenyapkanku pada diriMu

Satu….

Pancoran, dini hari 22 Agustus 2006

SYAIR CINTA I

Mencintaimu adalah mencintai kesepianku
Dalam kesendirianku aku memilikimu

Yogyakarta, 30 Juni 2001

SYAIR CINTA II

Titik embun berkilau
Kepada jendela kaca
Pagi berpeluk dingin
Masih lelapkah engkau kekasihku
Ketika semalam aku mencumbuimu
Sebagai kerlip-kerlip bintang malam hari

Yogyakarta, 1 Juli 2001

SYAIR CINTA III

Mencinta seperti air kepada biru samudra
Mencinta seperti tanah kepada hijau pohon
Mencintalah seperti alam raya
Selapang udara yang kau hirup
Dan sebersih percik mata air

Yogyakarta, 1 Juli 2001


Merenungkan Bit dan Atom

Kita semua tentu sudah tak asing lagi dengan benda yang bernama komputer dan internet, bahkan kita tidak menyangka kalau hidup kita sudah tak bisa lepas lagi dari komputer dan internet. Perkembangan teknologi informasi sudah semakin mutakhir sekarang ini, komputer sudah canggih sekali, handphone sudah mutakhir, internet ada dimana-mana. Hebatnya lagi semua bisa terintegrasi, komputer, hp dan internet. Barang-barang itu menjadi trend di kalangan anak-anak muda gaul. Jika nggak bisa ngenet dan nggak punya hp? wah hari gini…kasian deh loe.  Pernah terpikir tidak tentang  apa sebenarnya yang terjadi dan bagaimana prosesnya, jangan sampai kita ini cuman jadi korban trend saja.

Saya sempat baca buku yang menurut saya cukup bisa menjelaskan fenomena sekarang ini, padahal buku ini ditulis tahun 1995 kurang lebih lima belas tahun yang lalu tapi isinya tidak jauh beda dengan apa yang kita alami sekarang ini.  Judulnya Being Digital, isinya membahas tentang perkembangan teknologi informasi dan pengaruhnya dalam kehidupan kita. Nicholas Negroponte dalam buku ini punya gagasan mendasar tentang perbedaan bit dan atom yang menjadi konsekuensi untuk memahami jaman digital sekarang ini. Kita yang pernah sekolah tentu kenal apa yang namanya atom, yaitu partikel terkecil dari sebuah benda, jadi semua benda baik hidup dan mati di dunia ini terdiri dari atom-atom. Lantas apa sih bit? Bit adalah unsur terkecil dalam DNA informasi. JikaAtom terdiri dari proton dan netron, sementara bit memiliki dua keadaan yaitu on dan off yang disimbolkan sebagai 1 dan 0. Nah dalam film The Matrix kita bisa melihat  simbol angka-angka 1 dan 0 yang menyusun dunia virtual tempat Neo beraksi. Secara sederhananya  semua benda yang bisa kita sentuh terdiri dari atom sementara kode-kode informasi yang kita terima terdiri dari rangkaian bit. Bit inilah yang menjadi unsur dasar pembentuk komputasi digital. Hebatnya lagi kita bisa mendigitalisasi informasi seperti suara dan gambar dalam kode binner yang diwakili oleh 1 dan 0. Contohnya jika kamera yang menyimpan data dalam bentuk negatif film berarti data tersebut masih disimpan melalui media fisik (atom), sedangkan dengan kamera digital, rekaman gambar kita disimpan dalam bentuk file digital (bit). Sementara citraan visual yang kita rekam dalam memori kita juga hanya terdiri dari kode-kode binner (bit) yang diproses oleh otak kita.
Continue reading


Halo Dunia

Sekedar serakan kode-kode binner yang terangkai dalam struktur yang bernama blog.
Ini hanya sekedar pergulatan pemikiran dan catatan di antara susunan kompleks atom dan bit, hardware dan software, badan dan pikiran. Semoga berguna!

Salam Hangat
Agung Arif Budiman
Pengelana Virtual


%d bloggers like this: