Merenungkan Bit dan Atom

Kita semua tentu sudah tak asing lagi dengan benda yang bernama komputer dan internet, bahkan kita tidak menyangka kalau hidup kita sudah tak bisa lepas lagi dari komputer dan internet. Perkembangan teknologi informasi sudah semakin mutakhir sekarang ini, komputer sudah canggih sekali, handphone sudah mutakhir, internet ada dimana-mana. Hebatnya lagi semua bisa terintegrasi, komputer, hp dan internet. Barang-barang itu menjadi trend di kalangan anak-anak muda gaul. Jika nggak bisa ngenet dan nggak punya hp? wah hari gini…kasian deh loe.  Pernah terpikir tidak tentang  apa sebenarnya yang terjadi dan bagaimana prosesnya, jangan sampai kita ini cuman jadi korban trend saja.

Saya sempat baca buku yang menurut saya cukup bisa menjelaskan fenomena sekarang ini, padahal buku ini ditulis tahun 1995 kurang lebih lima belas tahun yang lalu tapi isinya tidak jauh beda dengan apa yang kita alami sekarang ini.  Judulnya Being Digital, isinya membahas tentang perkembangan teknologi informasi dan pengaruhnya dalam kehidupan kita. Nicholas Negroponte dalam buku ini punya gagasan mendasar tentang perbedaan bit dan atom yang menjadi konsekuensi untuk memahami jaman digital sekarang ini. Kita yang pernah sekolah tentu kenal apa yang namanya atom, yaitu partikel terkecil dari sebuah benda, jadi semua benda baik hidup dan mati di dunia ini terdiri dari atom-atom. Lantas apa sih bit? Bit adalah unsur terkecil dalam DNA informasi. JikaAtom terdiri dari proton dan netron, sementara bit memiliki dua keadaan yaitu on dan off yang disimbolkan sebagai 1 dan 0. Nah dalam film The Matrix kita bisa melihat  simbol angka-angka 1 dan 0 yang menyusun dunia virtual tempat Neo beraksi. Secara sederhananya  semua benda yang bisa kita sentuh terdiri dari atom sementara kode-kode informasi yang kita terima terdiri dari rangkaian bit. Bit inilah yang menjadi unsur dasar pembentuk komputasi digital. Hebatnya lagi kita bisa mendigitalisasi informasi seperti suara dan gambar dalam kode binner yang diwakili oleh 1 dan 0. Contohnya jika kamera yang menyimpan data dalam bentuk negatif film berarti data tersebut masih disimpan melalui media fisik (atom), sedangkan dengan kamera digital, rekaman gambar kita disimpan dalam bentuk file digital (bit). Sementara citraan visual yang kita rekam dalam memori kita juga hanya terdiri dari kode-kode binner (bit) yang diproses oleh otak kita.

Lebih jauh lagi, Negroponte tidak hanya menyinggung soal inovasi teknologi digital dengan ditemukannya PC (Personal Computer), OS Windows, kepingan CD, TV, internet dan lain-lain tetapi juga tentang peralihan dari abad industri ke abad pasca industri atau abad informasi dan kita sekarang sedang melangkah menuju ke era pasca informasi. Abad industri adalah zaman produksi ekonomi massal yang datang dari bidang manufaktur dengan produknya yang masih berorientasi pada atom, dengan metode yang seragam dan berulang dalam ruang dan waktu mana pun. Abad informasi adalah juga abad komputer meski skala ekonominya sama tapi tidak lagi bergantung pada ruang dan waktu karena teknologi informasi telah meniadakan jarak ruang dan waktu itu sendiri.

Lantas zaman pasca informasi seperti apa, Negroponte mengupas tentang kehidupan digital dengan tulang punggung jaringan internet. Cara berinteraksi dan berbisnis di zaman digital ini akan mengalami pergeseran besar. Kita bisa melihat sekarang cara berinteraksi dan berkomunitas juga melalui internet, mencari pekerjaan lewat internet, berkencan pun bisa dengan internet yang terdiri dari milyaran bit-bit informasi. Di Indonesia pertumbuhan warnet di kota-kota besar menunjukkan pertumbuhan yang terus meningkat. Sistem perbankan pun sudah online dengan atm dan mesin gesek credit card dimana-mana. Sekarang ini transaksi keuangan pun sudah online, kita merasa lebih nyaman menggunakan kartu kredit dan kartu debit untuk bertransaksi, uang pun bukan terdiri dari kertas (atom) tapi perpindahan informasi bit-bit dari rekening ke rekening. Pelan-pelan tapi pasti digitalisasi mengubah aspek-aspek kehidupan kita.

Melihat perkembangan sekarang ini kita  sudah memasuki era pasca informasi seperti yang diramalkan Negroponte tapi jujur saja komputer dan internet membuat saya punya cara pandang baru terhadap pola pekerjaan saya. Bukan kah menyenangkan ketika kita bekerja tanpa terikat dengan ruang dan waktu, dengan komputer yang tersambung online sementara kita menjual ide-ide kita (dalam bit tentunya) ke seluruh dunia dan uang mengalir sendiri ke rekening kita? Semakin lama mungkin semakin banyak orang yang bekerja untuk dirinya sendiri, dan majikan terbesar di abad digital nanti adalah “diri sendiri”…hmm menyenangkan juga.[..]

Agung Arif  Budiman

About AgungStudio

Graphic Design | Illustration | Visual Arts | indiecomic | Photography | Blogger | Coffelover | Designpreneur View all posts by AgungStudio

You must be logged in to post a comment.

%d bloggers like this: