Lovely Lunpia Delight from Semarang: Sebuah Catatan

lunpiadelight

Membicarakan lunpia, sudah lazim jika konotasi kita selalu teringat kota Semarang, sebagaimana kota-kota lainnya yang memiliki kuliner khas sebagai identitas seperti Gudeg Jogja, Jenang Kudus, Dodol Garut, Peuyeum Bandung dan masih banyak lagi. Tentu kuliner khas suatu daerah memiliki sejarah panjang secara kultural maupun sosial sehingga menjadi suatu kekhasan suatu daerah tertentu. Selama ini keberadaan kuliner khas suatu daerah selalu terkait erat dengan tradisi masyarakat pendukungnya dengan beraneka aktivitas budayanya selama puluhan tahun hingga beradad-abad. Keragaman kuliner juga sekaligus merupakan simbol bagi sebuah peradaban panjang umat manusia.

Semarang adalah kota yang paling sering saya kunjungi sebelum saya memutuskan untuk tinggal di kota ini. Pada awalnya saya masih melihat lunpia sebagai hidangan khas Semarang yang masih diperlakukan secara tradisional dalam sudut pandang saya sebagai praktisi desain grafis, baik secara kemasan dan pola strategi brand lunpia itu sendiri. Hingga pada suatu acara pernikahan saya melihat banyak sekali hidangan lunpia dengan logo serta penampilan grafis yang cukup menarik dan modern dibanding produk-produk lunpia lainnya. Belakangan saya baru mengenal brand lunpia itu dengan nama Lunpia Delight. Dari arti Delight sendiri menurut kamus bahasa Inggris artinya menyenangkan, sebuah pesan yang sederhana tapi cukup dalam maknanya untuk sebuah Brand makanan seperti Lunpia. Bagaimanaa menerjemahkan pesan Delight dalam kemasan visual dan value/nilai dari Lunpia Delight itu sendiri tentu membutuhkan identitas visual dan strategi branding yang tepat. Saya mulai mencari tahu seberapa jauh pencapaian Lunpia Delight menempatkan dirinya sebagai Lunpia yang berbeda dengan para kompetitornya.

 

Lunpia Delight dinahkodai seorang perempuan yang akrab disapa Cik Me Me ini ternyata telah melakukan transformasi besar-besaran dari kuliner khas tradisional Semarang menjadi sebuah Brand yang modern dan visioner untuk menjadi ikon kuliner Semarang. Melihat sepak terjang Lunpia Delight selama dua tahun tidak terlalu berlebihan jika idiom “Pintu Gerbang Kuliner Semarang” berusaha diwujudkan dalam berbagai aspek lini pelayanan, promosi, kualitas, inovasi produk, marketing dan strategi Branding yang terus menerus dilakukan secara konsisten. Tidak bisa dipungkiri jika figur Cik Me Me sangat melekat dengan Lunpia Delight, sejauh ini ekspose media banyak mengupas sosok Cik Me Me dan tradisi sejarah panjang Lunpia Semarang. Sebuah tradisi turun temurun dan terjaga yang dilakukan dengan dedikasi dan kecintaan terhadap warisan kuliner Lunpia khas Semarang itu sendiri. Sentuhan figur Cik Me Me memberi impresi yang cukup kuat bagi Lunpia Delight, ada sebuah Brand Story yang dituturkan tentang bagaimana jatuh bangun serta konflik yang dilalui Cik Me Me dalam menekuni warisan tradisi Lunpia dan membangun Lunpia Delight dengan penuh cinta dan tentu air mata.

 

Ketika saya lebih jauh lagi merasakan atmosfer pelayanan Lunpia Delight akhirnya saya menemukan hal mendasar yang membuat Lunpia ini menjadi Delight, yaitu Love / cinta, cinta yang saya pahami secara universal adalah respect, take and give antara Lunpia Delight dengan Customer/pelanggan serta partner bisnis atau relasi bisnis, tokoh masyarakat maupun sopir-sopir taksi yang membawa para pelanggan datang menikmati Lunpia Delight. Bisnis Lunpia ini hasilnya tidak hanya mengalir sebagai keuntungan semata tapi juga ada responsiblity secara kultural dan sosial kepada masyarakat Semarang. Semua bersinergi dengan indah bersama Cik Me Me dan Lunpia Delight, great jobthis is Lovely Lunpia Delight from Semarang!

 

Agung Budiman
twitter: @agungvisualwork

Tulisan ini diikutsertakan pada Lunpia Delight Blogging Competition yang diselenggarakan oleh Lunpia Delight

 

About AgungStudio

Graphic Design | Illustration | Visual Arts | indiecomic | Photography | Blogger | Coffelover | Designpreneur View all posts by AgungStudio

One response to “Lovely Lunpia Delight from Semarang: Sebuah Catatan

%d bloggers like this: