Tag Archives: budaya

Masyarakat dan Komik

Agung Arif Budiman

 Ketika kita mendengar kata komik, barangkali pikiran kita langsung melayang pada masa kanak-kanak. Sebuah masa yang haus akan keinginan bermain dan berfantasi. Mungkin atas dasar demikianlah komik memiliki kekuatan yang boleh dikatakan luar bisa untuk berimajinasi. Sebuah spirit seorang bocah yg serba ingin tahu dan penuh daya khayal lengkap dengan kenakalannya. Sementara di pihak lain komik juga mendapat cap sebagai barang “terlarang” karena dianggap membuat malas, membuang-buang waktu dan menghambat pelajaran sekolah.

Lepas dari permasalahan nilai baik dan buruknya, komik menyimpan lahan luas untuk dijadikan bahan kajian. Selama ini komik masih relatif terpinggirkan dibanding bidang lain seperti sastra, seni lukis, drama dan berbagai bentuk ekspresi kesenian modern lainnya. Hal ini dimungkinkan oleh produksi komik yang bersifat massal—sebagaimana kelahirannya dalam bentuk komik strip di media massa—dan menjadi bagian dari budaya massa itu sendiri, sementara bidang kesenian modern lainnya ditempatkan sebagai seni tinggi atau elit yang penikmatnya bukan masyarakat biasa/umum. Kondisi semacam inilah yang cenderung membuat komik dipandang sebelah mata. Penikmat komik yang sangat luas dari berbagai umur dan kalangan masyarakat luas justru menandakan kedekatan antara komik sebagai medium dengan masyarakat luas sebagai pembaca.

Continue reading

Advertisements

%d bloggers like this: